Posts

Showing posts with the label Ahmad Fuadi

DOWNLOAD EBOOK NOVEL BERJUANG DI TANAH RANTAU - AHMAD FUADI GRATIS

Image
Kerja sama yang manis ini awalnya bermula dari sebuah perbincangan singkat antara tim majalah Iqroyang berada di bawah naungan Dompet Dhuafa Hong Kong-dengan Mas Ahmad Fuadi. Saat itu Mas Ahmad Fuadi tengah berkunjung di Hong Kong dalam rangka pemutaran film Negen' 5 Menara untuk masyarakat Indonesia di Hongkong, yang mayoritas adalah Buruh Migran Indonesia (8M1) atau bahasa merakyatnya adalah TKW. Pada event tersebut, majalah lqro didapuk sebagai penyelenggara event merupakan salah satu media dakwah yang dikelola oleh para BML didistribusikan oleh para BM], di jual kepada BMI, dan hasil keseluruhannya dukembalikan untuk pemberdayaan para BMI. Pemberdayaan tersebut mewujud dalam bentuk bantuan tempa‘ ‘inggal sementara (shelter) hingga bantuan hukum untuk teman-teman BMI yang mendapat masalah selama di tanah rantau, khususnya di Hong Kong.  Kala Ru, kami riuh berceri‘a ‘emang semanga‘ menuIis para perantau di luar negeri. Tak diduga, pembicaraan kami waktu itu ternyata membuahkan se...

DOWNLOAD NOVEL EBOOK RANTAU 1 MUARA - AHMAD FUADI (GRATIS)

Image
DOWNLOAD NOVEL EBOOK RANTAU 1 MUARA - AHMAD FUADI (GRATIS) Alhamdulillah, syukur tak terputus kepada Allah yang te- lah menitipkan banyak kisah dalam perjalanan hidup sa- ya dan menunjukkan jalan untuk menceritakan kembali dalam ben tuk tulisan. Terima kasih saya kepada orang-orang terdekat yang terus men dukung penulisan Rantau 1 Muara, buku ketiga dari trilogi Ne geri 5 Menara ini tanpa jerih: Amak, pemilik rahim tempat saya bergelung sembilan bulan, pemilik ka sih sayang yang tidak berbatas bilangan bulan dan tahun. Tan pa Amak, tentulah awal kisah yang menginspirasi trilogi Ne geri 5 Menara tidak ada. Yayi, belahan jiwa saya, yang menjadi teman yang tangguh dan cerdas dalam mendayung hidup. Sepulang kerja, dia se la lu sabar mendengar, menjawab dan mengurus tetek-bengek sua- minya selama 24/7. Tanpa ide-ide cemerlang untuk plot ce ri ta, unconditional love dan pengorbanannya, trilogi Negeri 5 Me na ra tentu tidak akan mulai dituliskan. Mbak Dhany dan Erwin sebagai tim inti di balik...

DOWNLOAD NOVEL EBOOK RANAH 3 WARNA - AHMAD FUADI (GRATIS)

Image
DOWNLOAD NOVEL EBOOK RANAH 3 WARNA - AHMAD FUADI (GRATIS) Aden duduk di sebelah atas ya. Dan seperti biasa, aden pasti menang!” teriak Randai pongah, sambil memanjat ke puncak batu hitam yang kami duduki. Batu sebesar gajah ini menjorok ke Danau Maninjau, dinaungi sebatang pohon kelapa yang melengkung seperti busur. ”Jan gadang ota. Jangan bicara besar dulu. Ayo buktikan siapa yang paling banyak dapat ikan,” sahutku sengit. Aku duduk di bagian batu yang landai sambil menjuntaikan kaki ke dalam air danau yang jernih. Sekeluarga besar ikan supareh seukuran kelingking tampak berkelebat lincah, kerlap-kerlip keperakan. Dengan takut-takut mereka mulai menggigiti sela- sela jari kakiku. Geli-geli. Hampir serentak, tangan kami mengayun joran ke air yang biru. Bukan supareh yang kami incar, tapi ikan yang lebih besar seperti gariang atau kailan panjang. Randai sedang libur panjang dari ITB dan aku baru tamat dari Pondok Madani di Ponorogo. Ini saat menikmati kembali suasana kampung kami  l...

DOWNLOAD NOVEL EBOOK NEGERI 5 MENARA - AHMAD FUADI

Image
DOWNLOAD NOVEL EBOOK NEGERI 5 MENARA - AHMAD FUADI Iseng saja aku mendekat ke jendela kaca dan menyentuh permukaannya dengan ujung telunjuk kananku. Hawa dingin segera menjalari wajah dan lengan kananku. Dari balik kerai tipis di lantai empat ini, salju tampak turun menggumpal- gumpal seperti kapas yang dituang dari langit. Ketukan- ketukan halus terdengar setiap gumpal salju menyentuh kaca di depanku. Matahari sore menggantung condong ke barat berbentuk piring putih susu. Tidak jauh, tampak The Capitol, gedung parlemen Amerika Serikat yang anggun putih gading, bergaya klasik dengan  tonggak-tonggak besar. Kubah raksasanya yang berundak- undak semakin memutih ditaburi salju, bagai mengenakan kopiah haji. Di depan gedung ini, hamparan pohon american elm yang biasanya rimbun kini tinggal dahan-dahan tanpa daun yang dibalut serbuk es. Sudah 3 jam salju turun. Tanah bagai dilingkupi permadani putih. Jalan raya yang lebar-lebar mulai dipadati mobil karyawan yang beringsut-ingsut pulang....