Kegunaan dan Manfaat Jahe untuk Kesehatan
Jahe mempakan tanaman herba tahunan, nama ilmiah jahe yaitu Z ingiber Officinale Roxc. Tumbuhan ini berasal dari India, kemudian menyebar kc daerah-daerah tropis lainnya, termasuk Indonesia. Selama ini di Indonesia, berdasarkan pada bentuk, warna dan aroma rimpang dikenal 3 macam jahe, yaitu jahe putih besar (Zingiber officinale var. officinarum), jahe putih kecil (Zingiber officinale var. amarum), jahe merah (Zingiber officinale var. rubrum). Orangorang Indonesia menyebut tanamanjahe dengan beberapa nama sesuai dengan daerahnya masing-masing, antara lain penduduk J awa menyebutnya jae, halia (Aceh), sipadeh atau sipodeh (Sumatra Barat), jahe (Sunda), jhai (Madura), pese (Bugis), baking (Batak Karo), jahi (Lampung), dan lali (Irian).
A. Profil Tanaman Jahe
Tanaman jahe tumbuh di daerah dataran rendah maupun di pegunungan dengan ketinggian sampai dengan 1.700 meter di atas permukaan air laut. Jahe tumbuh secara merumpun, batang nya agak condong, tingginya antara 30-100 cm, batangnya merupakan batang semu yan g térbentuk dari helaian daun, bentuknya ramping, bulat, dan agak lunak. Daunnya berwarna hijau, berbentuk langsing memanjang bulat dengan ujung melancip menyerupai pita, tersusun dalam dua baris yang berselang-seling. Akarnya berbentuk rimpang berwarna kecokelatan, rimpangnya bercabang cabang, kulitny a agak keras, berserat, dan baunya harum. Jika dibelah daging rilnpangnya berwarna kuning.
B. Kandungan Zat-Zat pada J ahe
Jahe mengandung minyak atsiri sekitar 0,5 % -5,6%, pada minyak atsiri terkandung gingerol, zingibetol, zingiberin, borneol, kamfer, sineol, dan felandren sehingga menimbulkan rasa pedas. Selain itu, juga mengandung pati atau amilum sekitar 20%-60%, damar, asamasam organik, oleoresin, dan gingerin.
C. Kegunaan dan Manfaatnya
Jahe secara umum digunakan sebagai bumbu dapur untuk aneka masakan, sepertl sayur gulai, dan aneka masakan lainnya. Sela1n1tu, rimpang dan tunas mudanya dapat digunakan sebagai lalapan. Minyaknya digunakan untuk aroma terapi, minuman, obat, dan bahan kosmetik. Manfaat lain yang dapat diambil dari jahe, yaitu untuk pengobatan, antara lain:
1. Mcngurangi gangguan rematik
Ambillah rimpang jahe yang besar, jika rimpangnya kccil maka gunakan dua rimpang. Panaskan rimpang dengan bara api kcmudian ditumbuk, selagi masih hangat tempelkan pada bagian tubuh yan g sakit.
2. Membuang angin dan menghangatkan tubuh
Rimpang jahe diparut terlebih dahulu, kemudian campur dengan air. Campuran tersebut dipanaskan sampai mendidih. Setelah masak, airnya diminum dalam keadaan masih hangat dengan di tambah gula aren. Minuman ini dalam masyarakat Jawa disebut sebagai wedhang jahe.
3. Mengobati eksim
Jahe diparut kemudian dicampur dengan air setelah itu diperas, sehingga diperolch air jahe. Air jahe terscbut dicampur dengan parutan lobak secukupnya. Ramuan diolcskan pada bagian kulit yang terkena eksim. Lakukan sccara rutin, dalam 2 minggu biasanya eksim sudah berkurang.
4. Menyembuhkan syaraf muka yang sakit
Buatlah bubuk jahe terlebih dahulu kemudian pamtlah umbi kentang, tambahkan tepung terigu dan sedikit air hangat. Gunakan sebagai masker dengan ditempelkan pada bagian muka yang sakit.
5. Mengobati lecet atau luka
Ramuan jahe dapat digunakan untuk mcngobati lecet atau luka karena tikaman benda tajam, terkena duri, luka jatuh, dan gigitan ular. Cara membuat ramuannya cukup mudah yaitu gunakan rimpang jahe merah (jahc emprit) kemudian ditumbuk dan dicampur dengan garam. Setelah ramuan jadi, tempelkan ramuan tersebut pada bagian tubuh yang sakit.
6. Khasiat lain Khasiat lain dari jahe, antara lain menambah nafsu makan, memperkuat lambung, menyembuhkan sesak dada, dan memperbaiki pencemaan.
D. Cara Menanam J ahe
Cara menanam jahe, yaitu dengan menggunakan potongan rimpangnya yang sudah mempunyai mata tunas. Potongan rimpang tersebut ditanam kedalam tanah sedalam 5-7 cm dengan tunas menghadap ke atas dan jangan terbalik, karena dapat menghambat pertumbuhan. Setelah ditanam, langkah selanjutnya tanaman diberi pupuk. Selain itu, untuk menanam jahe diperlukan lahan di daerah yang sesuai untuk pertumbuhannya. Untuk pertumbuhan’ jahe yang optimal diperlukan persyaratan iklim dan lahan sebégai berikut: iklim tipe A, B dan C (Schmidt & F erguson), ketinggian tempat 300-900 In dpl. Dengan temperatur rata-rata tahunan 25-309 C, jumlah bulan basah (> 100 mm/bl) 7-9 bulan per tahun, curah hujan per tahun 2500-4000 mm, intensitas cahaya matahari 70-100% atau agak ternaungi sampai terbuka. Pada lahan dengan pH rendah dapa't diberikan kapur pertanian (kaptan) atau dolomit untuk meningkatkan pH tanah.
Comments
Post a Comment