Rahasia Kandungan Zat-Zat pada Temu Hitam

Temu hitam memiliki nama ilmiah Curcuma aeruginosa Roxb. Tanaman ini berasal dari Burma, kemudian menyebar ke daerahdaerah tropis lainnya terutama di Indo-Malesia termasuk Indonesia. Setiap daerah'di Indonesia, memiliki sebutan nama ya‘ng berbedabeda untuk temu lawak. Penduduk daerah Bugis menyebutnya temu lotong, J awa menyebutnya temu ireng, Sunda menyebutnya koneng hideung, Melayu menyebutnya temu erang, Makassar menyebutnya temu leteng, sedangkan orang Madura menyebutnya temu ereng.
A. Profll Tanaman Temu Hitam
Temu hitam merupakan tumbuhan terna berumur tahunan. Memiliki batang berwama hijau yang merupakan batang semu karena terbentuk dari kumpulan pelepah daun dan tingginya bisa mencapai dua meter. Daunnya berwama hijau tua sampai coklat gelap keunguan. Bentuk daunnya lanset melebar dan memiliki helaian daun yang tipis dengan urat daun kelihatan.
Bila tanaman sudah cukup umur akan tumbuh bunga. Bunga muncul dari samping batang semu, mahkota bunganya berwarna merah. Bunga berwarna putih atau kekuningan dan ada juga yang berwama merah. Rimpangnya bercabang-cabang banyak sekali. Rimpangnya berbentuk pipih, bagian tepinya agak melengkung, bergaris tengah antara 1 cm-4 cm. Rimpang berukuran besar dan bercabang serta berwarna kuning mengkilap dengan ujung rimpang berwarna merah. Sedangkah bagian dalam daging rimpangnya berwama biru gelap seperti timah dan mengelua‘rkan aroma yang khas ' temu hitam.
‘
B. Kandungan Zat-Zat pada Temu Hitam
Kandungan kimia yang terdapat dalam rimpang temu hitam adalah minyak atsiri, zat pati, damar, lemak, tanin, dan zat warna biru.
C. Kegunaan dan Manfaatnya
Temu hitam digunakan untuk bahan jamu obat tradisional dan sebagai bahan makanan alternatif pengganti ketela pohon atau jagung. Khasiat yang lain sari temu hitam antara lain sebagai berikut.
1. Mengobati penyakit kulit (kudis, ruam, dan borok)
Siapkanlah rimpang temu hitam kemudian tumbuk dan campur dengan minyak kelapa, bentuklah seperti tapal dan tempelkan pada bagian tubuh yang sakit. Untuk mempercepat penyembuhan hendaknya juga diminum air rebusan temu hitam. Cara membuat rebusan temu hitam, yaitu dengan merebus rimpang temu lawak seukuran jari telunjuk dengan segelas air hingga mendidih, setelah itu aimya disaring dan diminum.
2. Meningkatkan nafsu makan
Cucilah rimpang temu hitam hingga bersih kemudian diparut. Setelah itu gunakanlah kain yang bersih dan steril untuk memeras parutan hingga aimya keluar dan minumlah air dari hasil saringan tersebut.
3. Mengobati eksim
Ambillah rimpang temu hitam yang besar dan masih segar kemudian bersihkan dan potonglah tipis-tipis. Masukkanlah potongan rimpang temu hitam kc dalam panci yang telah berisi air 2 gelas. Kemudian tambahkanlah asam kawak dan sedikit gula aren. Biarkanlah air mendidih hingga air rebusan tinggal setengahnya. Saringlah air rebusan sebelum diminum dan minumlah ketika air masih hangat. Untuk mengobati penyakit eksim, ramuan diminum secara teratur selama 1 bulan. Setiap hari cukup minum 2-3 kali saja, tiap pagi dan sore.
4. Khasiat lain Khasiat lain dari temu hitam, antara lain adalah sebagai obat mulas dan peluruh angina. Ibu yang baru melahirkan disarankan meminum jamu temu hitam sebagai obat penambah darah. Selain itu, temu hitam juga dapat digunakan untuk memberantas cacing di perut, mcrcdakan mulas, asma, dan sariawan.
D. Cara Menanam Temu Hitam
Temu hitam dapat tumbuh di dataran rendah maupun di dataran tinggi sampai pada kctinggian 750 m di atas permukaaan air laut. Pcnanaman dilakukan dcngan menggunakan potongan rimpang yang sudah cukup tua. Kemudian ditanam pada tanah yang sudah digcmburkan agar menghasilkan umbi rimpang yang besar dan banyak. Penanaman scbaiknya dilakukan pada saat musim penghujan agar kcbutuhan air tercukupi.
Comments
Post a Comment